Posted in Review, Travel

(Kantor) Imigrasi Ramah Bayi

Tempat review kali ini mungkin kurang umum. Bukan tempat makan, sekolah, tempat bermain, atau rumah sakit. Saya ingin sekali memberi kredit untuk tempat yang pelayanannya layak ditulis dalam satu tulisan sendiri yang siapa tau bisa bermanfaat untuk yang lain.

Namanya Imigrasi. Nama lengkapnya Imigrasi Jakarta Timur. Dari namanya sudah jelas apa tujuan saya datang kesini. Dua kali kamis ini saya menghabiskan hampir seharian di tempat ini. Kamis lalu untuk urus paspor saya, Kamis ini untuk Langit. Pak Dokter minggu lalu di hari Jumat.

Kenapa beda-beda? Karena saya punya pertimbangan sendiri. Saya sengaja bikin janji duluan supaya tau medan. Berurusan dengan Imigrasi terakhir tahun 2008, terus terang bikin takut. Waktu itu masih sama ibu. Sekarang sendiri. Jadi, saya pikir akan lebih baik kalo saya liat dulu. Pak Dokter ngga bisa juga ijin sembarangan, kalo ada dokumen yang kurang atau salah, agak sulit untuk bolak balik.

Saya sudah daftar online dulu sebelumnya, untuk kami berdua. Setelah daftar lalu bayar ke BNI. Oya, banyak yang ga tau kalo pembayaran imigrasi ini BISA LEWAT ATM. Jadi, ngga perlu antri. Cuma harus pastikan struknya keluar ya. Tinggal pilih menu pembayaran, pilih imigrasi, masukan kode bank yang didapat dari registrasi online nanti nama kita akan keluar. Beres.

Nanti setelah bayar, balik ke pendaftaran online tersebut, masukan kode pembayaran, lalu pilih tanggal kedatangan. Setelah itu kita akan dikirimi email yang harus diprint sebagai bukti pada saat tanggal kedatangan.

Sebelum datang ke imigrasi, pastikan semua dokumen yang diperlukan sudah difotokopi A4 TANPA DIPOTONG dan bawa semua dokumen asli. Cuma perlu tiga, KTP, Kartu Keluarga, dan Akte Kelahiran. Akte bisa diganti dengan Ijazah. Oya, jangan lupa bukti pembayaran bank. Fotokopi ukuran A4 juga ya.

Untuk anak dibawah umur seperti Langit, yang harus disiapkan agak lebih banyak. Kartu Keluarga, KTP ayah ibu, surat nikah, dan akte kelahiran, dan bukti pembayaran. Semua beserta fotokopinya. Langit pun saya daftarkan online. Supaya saya ngga ribet nulis-nulis disana.

Di tanggal kedatangan yang kita pilih, datang antara jam 8-10 untuk nomer antrian. Di Imigrasi Jaktim begitu masuk, jalan menuju belakang gedung, disana ada pembagian formulir. Antrian terbagi tiga : manual, online, prioritas. Kamis lalu saya masuk antrian online, kamis ini saya masuk antrian prioritas. Prioritas diperuntukkan bagi yang mengurus paspor anak-anak dan lansia.

Kamis lalu, saya bolak-balik tiga kali. Iya, tiga kali dalam satu hari. Saya datang pagi sampai sana jam 8.20. Antri untuk foto, lalu pengecekan berkas, lalu wawancara dan sidik jari. Antrian paling lama ada di yang ketiga. Nomor antrian saya terpotong waktu istirahat. Jadi, saya pulang dulu untuk kasih makan Langit dan kembali ke imigrasi bawa bayi. Paginya saya nyetir sendiri, siang saya naik taksi.

Antrian ketiga memang paling lama karena ada dua, pengecekan berkas dan wawancara serta sidik jari. Jadi, ada dua lapis, yang kursi depan berkas-berkas kita akan dicek. Beneran dicek, bukan asal lewat. Lalu duduk lagi nanti dipanggil untuk wawancara dan sidik jari. Oya, juga foto untuk paspor kita.

Kalau datang pagi sekitar jam 7, kemungkinan selesai setengah hari sangat besar. Pak Dokter di hari jumat jam 6 sudah disana. Jam 10 sudah selesai semua. Khusus hari Selasa dan Jumat, Imigrasi Jakarta Timur punya Early Morning Service yang dimulai dari jam 6 pagi.

Dibandingkan tahun 2008 saya ke imigrasi, pelayanan dan fasilitas imigrasi benar-benar berubah 180 derajat. Bahkan pendaftaran online antara tahun 2013 dan tahun 2016 sudah jauh lebih mudah. Ngga perlu scan dokumen apapun.

Kantornya pun jauh lebih besar, bersih, bagus, dan dingin. Ruang tunggu wawancara dan sidik jari adalah yang paling besar. Kursi yang tersedia banyak, dan yang paling menguntungkan buat saya ada playground anak-anak. Bukan playground asal, tapi cukup luas. Ada ayunan, perosotan kecil dan besar, lebarnya dua kali yang ada di Sam Marie Basra. Kamis lalu, Langit puas sekali main sendirian karena siang relatif lebih sepi.

Bukan cuma playground, tapi di ruangan yang sama juga terdapat Ruang menyusui. Saya ngga sempat masuk karena kalau takut ngga terdengar kali dipanggil sementara saya cuma datang sendiri. Kalo seandainya ada yang nemenin, saya pasti lebih milih menyusui di ruang tertutup dibandingkan dengan pakai penutup di ruang terbuka.

Satu hal lagi yang sangat saya apresiasi adalah kecepatan dan keramahan petugasnya kepada anak-anak. Terutama yang masih agak bayi kaya Langit. Mereka menyapa, sambil ajak ngobrol dan jelas sangat mempermudah. Minggu lalu saya datang tiga kali karena ada kesalahan pada formulir pendaftaran saya. Saya harusnya daftar perpanjang, bukan bikin baru. Waktu itu rasanya pengen nangis waktu dibilang harus ulang dari awal. Kebayang sia-sianya waktu yang udah dihabiskan setengah hari antri sana sini.

Entah kesian ato gimana ngeliat saya yang sambil gendong Langit, pucet, capek, mbak yang di bagian pemeriksaan berkas bilang kalau dia akan bantu asal saya bisa kembali sebelum jam 3 dengan bawa paspor lama saya. Waktu itu jam 13.50 dan saya langsung iyakan. Saya cegat bajaj, pulang ke rumah, saya suruh tunggu dan minta dianter balik. Jam 14.30 saya sudah sampai lagi di imigrasi.

Ternyata paspor lama pun harus difotokopi, dan saya belum punya. Sekali lagi, dibantu kembali. Setelah itu saya masuk bilik wawancara, harus sendiri. Petugas yang tadi pun menawarkan untuk jaga Langit. Tapi, Langitnya lebih milih duduk sendiri di kursi sambil main kartu kartu saya.

Alhamdulillah hari ini, saya selesai mengurus paspor Langit sekaligus mengambil paspor saya dan Pak Dokter. Antrian di loket pengambilan lebih sedikit dan tetap teratur. Saya antri jam 10.40, jam 11.30 paspor sudah di tangan.

Saya sangat berterima kasih sekali dengan pelayanan yang begitu baik, rapi, dan memudahkan.

Oya, ngga ada foto sama sekali karena tangan dan pikiran saya udah abis buat fokus ke bayi dan jaga dokumen supaya ngga tercecer.

Semoga bisa membantu ya.

Author:

Pas special, J'ai seulement besoin de beaucoup de privee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s