Posted in Review, Travel, Visa

Mengurus Visa Schengen 2016 di TLS Contact

Hari ini adalah hari yang paling melegakan selama tiga bulan terakhir sejak kenekatan saya di bulan puasa lalu.

Hari ini adalah jadwal yang saya pilih untuk memasukan berkas permohonan visa saya di TLS Contact. Setelah tiga bulan berkutat dengan pengurusan berbagai dokumen yang menjadi syarat mengajukan visa Schengen, akhirnya insya Allah malam ini saya bisa tidur lega.

Lho? Emang udah pasti diberikan visanya? Ya jelas belum. Saya lega karena semua usaha yang bisa saya lakukan untuk sampai ke mimpi saya, sudah saya lakukan. Hasilnya diterima atau ditolak, selalu, untuk hal apapun, termasuk ini, saya selalu percayakan ke Yang Punya Segala Urusan.

Bisa sampai tahap ini, setelah bertahun-tahun, sudah kaya setengah mimpi jadi kenyataan untuk saya.

Okey, kembali ke topik.

Jadi, sebenarnya, dokumen persyaratan visa Schengen ini mau dibilang susah ngga, tapi memang untuk saya yang mulai semuanya dari awal, bahkan dari pembuatan paspor, rasanya jadi sangat panjang.

Dokumen yang dibutuhkan untuk mengajukan aplikasi visa Schengen turis adalah :

1. Formulir aplikasi visa

Formulir ini bisa diunduh lalu isi tulis tangan ATAU kalau sudah mengisi pendaftaran online, formulir ini akan otomatis terisi dengan data yang kita masukan, dan tinggal dicetak. Saya pakai yang kedua. Lebih rapi dan praktis.

2. Bukti print tiket pulang pergi

Negara tujuan saya pulang pergi sama.

3. Bukti pemesanan penginapan selama di wilayah Schengen.

Saya hanya melampirkan satu bookingan hotel di satu negara. Saya anggap saya hanya akan memgunjungi satu negara. Entah nanti ternyata berubah, biar jadi urusan belakangan. Supaya ngga ribet juga. Toh tiket saya pergi pulang dari negara yang sama.

Saya pesan salah satu hotel di booking.com yang ada tanda pembatalan gratis. Waktu pembatalan gratisnya sampai H-2 waktu check-in. Jika insya Allah visa dikabulkan, akan langsung saya batalkan.

4. Surat pernyatan Bekerja/Sekolah

Surat ini dikeluarkan dari institusi tempat kita bekerja atau bersekolah. Saya dengan surat keterangan bekerja, suami surat keterangan sekolah.

Untuk formatnya sudah kami buat sendiri dulu dalam bahasa Inggris, berdasarkan referensi dari berbagai artikel. Seandainya ada yang perlu boleh tinggalkan email di sini ya.

5. Surat referensi bank

Untuk bagian ini saya memberikan dua surat dari bank yang berbeda, yaitu BCA dan BNI. Sebenarnya satu aja cukup, tapi saya punya pertimbangan lain.

Banyak saya baca, salah satu penyebab kemungkinan visa ditolak ini umumnya karena keuangan yang ngga meyakinkan. Jadi saya mau antisipasi supaya lebih mantep. Repot sedikit biar deh.

Saya sangat merekomendasikan untuk buat surat referensi ini dari BCA. Sebelumnya, saya sudah baca-baca kalo ini membutuhkan proses 2-3 hari kerja dengan biaya 50.000.

Kenyataannya?

Dengan waktu kedatangan di tanggal tua dimana bank ngga terlalu ramai, di kantor cabang yang cukup besar dengan jumlah staf yang memadai, proses yang dibutuhkan dari saya parkir sampai masuk lagi ke mobil dengan surat referensi plus rekening koran tersimpan rapi dalam amplop adalah…. 20 menit.

Iya, 20 menit saja.

Saya super terkesan sekali dengan cara kerja bank ini. Efektif, efisien, dan semua terlihat bekerja sepenuh hati.

Untuk BNI, prosesnya agak sedikit lebih ribet jika dibanding bank di atas. Kita harus membuat surat permohonan dulu kepada pimpinan cabang bahwa kita memohon untuk pembuatan surat referensi bank yang akan diajukan untuk pembuatan visa apa, ke kedutaan apa dan untuk tujuan apa.

Suratnya boleh ditulis tangan, bisa dibuat langsung di depan customer servicenya juga. Waktu pemrosesan surat ini sekitar 3-5 hari kerja dengan biaya 150.000. Tiga kali lipat yang di atas.

Saya tetap memilih melampirkan surat dari BNI bukan karena kebanyakan uang juga. BNI sudah jadi tabungan utama saya sejak kuliah. Aliran rekening keluar masuk tiga bulan terakhirnya pun lebih meyakinkan BNI. Jadi, saya memilih buat dua surat.

Dana di masing-masing rekening ngga banyak-banyak banget. Total keduanya kurang lebih 60 juta dengan rasio di BNI sedikit lebih banyak. Dana di BCA saya itu dana titipan yang saya pinjam dari Ayah saya.

6. Rekening koran tiga bulan terakhir

Ini adalah catatan keluar masuk uang kita selama tiga bulan terakhir. Untuk BCA biaya print perlembar Rp 2500 sedangkan BNI Rp 1000/lembar.

7. Asuransi perjalanan

Saya membeli asuransi dar AXA Mandiri. Datang langsung ke AXA Tower di Kuningan City lantai 18. Biayanya 59 USD untuk asuransi keluarga selama 9-10 hari perjalanan. Waktu hari saya datang jika dikurskan dalam rupiah Rp 764.000.

8. Pas Foto 3,5×4,5 sebanyak 2 buah

Kami buat foto ini di Mata Foto Matraman. Biaya cetak dan sebagainya plus CD untuk tiga foto adalah Rp 180.000.

9. Paspor baru yang masih berlaku minimal 8 bulan

10. Paspor lama, jika ada.

11. Kartu keluarga

12. Slip gaji 3 bulan terakhir (optional)

Slip gaji ini sifatnya optional. Tidak semua yang pergi adalah karyawan yang punya slip gaji setiap bulan, bukan? Termasuk saya. Jadi, waktu pendaftaran online saya pilih di kolom pekerjaan adalah freelancer. Meskipun saya bukan benar-benar freelancer juga. Di ringkasan data diri setelah selesai mengisi semua item pendaftaran online akan tercantum di bagian pekerjaan ‘liberal profession’.

Menurut petugas TLS Contactnya pun ini tidak terlalu diperlukan selama ada rekening koran. Tapi, seandainya memang ada, akan lebih baik lagi. Di lembar dokumen ceklis saya dicantumkan bahwa slip gaji tiga bulan terakhir ‘Not available’ agar tidak dianggap dokumen yang kurang.

Untuk anak dibawah umur seperti Langit juga harus ditambahkan :

Akte kelahiran dalam bahasa Inggris. (Sekarang akte sudah ada bahasa Inggris di bawahnya, jadi ngga perlu repot cari penerjemah)

– Surat nikah kedua orang tua.
Semua dokumen ini perlu disiapkan asli dan fotokopinya. Yang berbentuk surat-surat seperti referensi bank dan rekening koran hanya satu aplikasi saja yang perlu asli, sedangkan anggota pemohon lain tinggal lampirkan fotokopinya saja, tentu kalau mendaftar sebagai satu keluarga ya dalam pendaftaran online.

Hampir ngga ada yang sulit sebenarnya kalau melihat dari daftar dokumen yang diminta. Cuma mungkin cukup memakan waktu persiapannya. Terutama kalau untuk saya tentang uang yang akan tercetak di rekening koran.

Saya membuat janji untuk memasukan berkas setelah semua dokumen saya lengkap kecuali surat referensi bank. Ketika mendaftar online, paling tidak paspor, tiket, penginapan, dan asuransi perjalanan sudah ada, baru prosesnya dinyatakan selesai.

Dokumen hanya bisa dimasukkan ketika kita sudah mendaftar online. Setelah semua sudah kita isi, untuk semua anggota keluarga yang akan berangkat, baru muncul pilihan kedatangan untuk pengumpulan berkas.

Pilihan tanggal ini hanya akan keluar jika sudah mencapai 90 hari dari tanggal kedatangan kita di negara Schengen. 90 hari persis ya. Bukan berdaasarkan tanggal yang sama, seperti mau berangakat tanggal 1 Oktober berarti sudah bisa pilih tanggal 1 Agustus.

Saya memilih tanggal 30 Agustus jam 9.00 pagi. Memilih pagi dikarenakan seandainya ada dokumen saya yang kurang, saya masih punya waktu melengkapi atau memeperbaiki di hari yang sama agar tidak harus membuat janji lagi.

Saya datang bertiga dengan waktu yang agak mepet. Sampai sana jam 8.45, setelah disuruh tunggu sebentar kemudian masuk lalu diarahkan ke sebuah loket. Tulisan di loketnya ‘Pengambilan Paspor’ tapi disana juga sekaligus tempat kita meminta kunci loker untuk menyimpan semua gadget yang kita bawa. Hp, tablet, ipad, tidak boleh masuk.

Setelah selesai, ada gerbang kecil dimana kita diminta paspor untuk verifikasi tanggal kedatangan. Setelah itu kita menunggu di ruang tunggu, sampai nama kita muncul di layar TV untuk masuk ke counter mana. Layar TV ini hanya menampilkan tanpa suara. Jadi harus diperhatikan.

Pada hari saya mengurus visa, keadaannya cukup penuh tapi ngga sesak. Kebanyakan orang mengurus melalui agen. Ketika nama kita muncul di layar, jika kita mengurus melalui agen, hanya agennya yang maju ke counter. Karena saya mengurus pribadi, saya maju dan duduk, sementara Pak Dokter berdiri gendong Langit.

Saya ngga banyak ditanya oleh petugas counter yang saya dapat. Pengecekan dilakukan cepat dan teliti. Setelah ketiga bundel berkas selesai diberi tanda bintang ungu, lalu diberikan cetakan bahwa dokumen kami semua lengkap. Keluar dari counter, dada saya ringan sekali.

Setelah itu kami menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Total untuk dua orang berdasarkan kurs hari itu adalah Rp 2.592.000. Anak di bawah umur 6 tahun masih gratis.

Setelah loket kasir lanjut untuk pengambilan data biometrik yaitu foto dan sidik jari. Prosesnya hanya sekitar lima menit. Setelah itu selesai deh semua.

Semua petugas dari sekuriti sampai agen-agennya semua ramah. Sangat membantu dan jauh dari bikin takut.

Saya sampai di kantor TLS Contact Menara Anugrah lantai 3 jam 8.45, saya keluar dari basemen parkiran mobil jam 10.20. Jadi kurang lebih semua prosesnya 1,5 jam termasuk waktu nunggu. Bisa lebih cepat tentunya.

Review ini sebenarnya cukup banyak, cuma rata-tata di tahun 2013-2014. Selama beberapa bulan ini saya baca satu per satu.

Tidak seperti review lainnya, saya ngga menyebutkan ke negara mana saya akan pergi. TLS Contact adalah agen visa untuk beberapa negara Schengen. Untuk jelasnya negara mana aja, boleh dibuka websitenya.

Masih belum boleh disebut karena buat saya ini lebih dari sekedar pergi atau berlibur. Ada cerita panjang sampai akhirnya saya bisa ada dan melakukan yang saya lakukan hari ini.

Mungkin setelah visa ditempel di paspor saya, baru insya Allah mungkin ada cerita lain.

Semoga cukup membantu bagi yang mau mengurus visa di TLS Contact dalam waktu dekat ya.

Keputusan visa bisa dibaca di sini

Review lain tentang Paris trip :

Review : Air BnB 42 Boulevard Saint Germain, Paris

First Long Haul Flights with A Toddler by Turkish Airlines

Airport Transfer Ramah Koper (Paris, London, Tokyo)

Author:

Pas special, J'ai seulement besoin de beaucoup de privee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s