Posted in Places, Review, Travel

Review : Air BnB 42 Boulevard Saint Germain, Paris

https://www.airbnb.fr/rooms/6903920
Air BnB adalah hal kedua setelah visa yang saya baca, baca, baca ( tiga kali biar mantep seperti perintah Al-Qur’an) dengan sangat intense. Setelah tiket dipesan, pencarian Air BnB langsung dimulai.

Sebelumnya, mungkin perlu sedikit digambarkan tentang Paris. Paris terbagi dalam dua daerah besar, right bank dan left bank yang mana keduanya ini dipisahkan oleh Sungai Seine. Daerah right bank lebih banyak turis dibanding left bank. Menurut bacaan saya, biaya hidup juga sedikit lebih mahal. Banyak atraksi dan tempat terkenal Paris letaknya di right bank seperti Eiffel Tower, Louvre, Arc de Triomphe, Bastille, Musée d’Orsay, dan masih banyak lagi.

Selain dibagi ke dua area besar, Paris juga terbagi ke dalam 20 area kecil yang disebut arrondisement. Pembagiannya adalah sebagai berikut : 1,2,3,4, 8,9,10,11,12, 16,17,18,19,20 arrondissement yang terletak di right bank, sedangkan 5,6,7, 13,14,15 arrondissement terletak di left bank.

Ada beberapa arrondissement yang lebih dikenal dengan nama khusus seperti Le Marais (4th arr), Batignolle ( 17th arr), Belleville (20th arr), Bastille (10th arr).

Awal pencarian Air BnB dimulai dari harga. Cari yang ngga terlalu mahal dan yang keluar di daftar kamar Air BnBnya adalah penginapan rumah atau apartemen yang letaknya cukup jauh dari pusat kota, seperti di 17,18,19,20 arr.

Liat ada beberapa yang menarik, sempet hubungin tuan rumahnya dan diberi pra persetujuan permohonan, tapi akhirnya ngga jadi diambil setelah baca lagi kalau tinggal di daerah yang cukup jauh dari pusat kota tidak terlalu menguntungkan. Banyak waktu terbuang hanya untuk nunggu bis atau metro.

Pencarian tahap kedua terus dilakukan dengan memfilter arrondisement yang dituju. Pilihan kedua ini adalah antara di 9,10,11,12, masih di right bank. Sengaja ngga cari diantara 1-4 supaya ngga terlalu turis banget ngga rame, dan ngga mahal. Ketemu beberapa, masuk wishlists, tapi ngga banyak yang saya hubungi hostnya.

Satu yang pasti saya jelaskan ke semua tuan rumah yang saya hubungi adalah bahwa saya akan bepergian dengan anak kecil dua tahun. Tidak semua menerima anak-anak. Di peraturan rumah kadang ada yang sudah mencantumkan tidak sesuai untuk anak usia 2-12 tahun. Jadi, selain area, filter utama yang saya gunakan di pencarian adalah terbuka bagi keluarga dan anak.

Selain filter, jumlah foto yang tersedia juga menentukan. Ada tuan rumah yang hanya mencantumkan tiga foto. Saya ngga tertarik biarpun harganya mungkin oke. Ada juga yang sampe 20an foto, bahkan 45! Semakin detil semakin enak. Jadi kita tau apa yang akan didapat.

Setelah beberapa lama, dan sampai akhirnya fix dipesan, pencarian Air BnB saya disempitkan di daerah 5,6,7, dan 15 arr. Kenapa? Karena dekat Grande Mosque de Paris yg terletak di 6 arr. Pikiran saya adalah akan lebih mudah cari makanan halal (yang ternyata setelah mengunjungi Grande Mosque, ngga terlalu bener juga).

5,6,7 juga terletak dekat Sungai Seine dan Notre Dame. Cita-cita saya pengen nongkrong dan bengong dekat Sungai Seine sambil liat Notre Dame. Alhamdulillah kesampaian.

Kalau 15 kenapa? Nah, saya pernah baca satu artikel, di 15 ini ada salah satu jalan yang namanya Rue de Commerce yang merupakan jalan penuh pertokoan kecil dengan harga yang ngga semahal kalo belanjanya di Champ Éllysées. Makanya saya agak ngotot cari disini. Ketemu beberapa tapi ternyata belum rejeki.

Setelah visa disetujui, beberapa hari kemudian akhirnya satu apartemen di Rue Cardinal Lemoine dipesan. Dari fotonya cukup oke, lantai dua, dekat jalan besar, banyak pertokoan, dekat stasiun metro, cukup oke dengan harga 650rb/ malem.

Setelah fix dipesan, saya mulai baca secara intensif tentang area ini. Ada satu yang saya kurang sreg dari Apartemen ini, hostnya ngga ada review. Sama sekali. Jadi agak khawatir juga sebenernya. Waktu juga udah makin dekat. Daftar wishlists semakin banyak yang tidak tersedia, sedangkan harga makin mahal juga.

Beberapa kali saya coba cari alternatif. Tapi ngga ada yang terlalu sreg banget. Ntah kenapa persaaan ada yang ganjel aja sama yang udah dipesan.

Dan, benar aja.

Seminggu sebelum tanggal keberangkatan, hostnya bilang ngga bisa nerima kita karena dia lagi bermasalah sama pemilik apartemennya. Ini pun kita tau karena kebetulan pocket wifi yang kita pesan harus dianter ke rumah. Jadi, perlu nomer kotak suratnya.

Waktu kita tau ini sudah jam 9 malem dan betul-betul panik. Rasanya ngga bisa mikir. Semua yang tersisa udah diluar kemampuan. Saya sambil komat-kamit baca doa terus ngga berenti nyari sampe jam satu pagi.

Hampir semua yang keluar di list harganya di atas sejuta dan itu bener-bener di luar budget dan kemampuan banget. Bisa sih ngutang pake kartu kredit, tapi saya ngga suka banget ngutang buat hal kaya gini. Abis pergi bayar tagihannya bikin ngga semangat.

Mungkin Allah itu ngambil sesuatu dari kita karena mau ganti yang lebih baik. Setelah ntah berapa puluh iklan diklik, tiba-tiba saya liat satu yang harganya masih masuk akal, di area yang saya mau, dan punya sekitar 8-10 review yang semunya bagus.

Langsung hubungin hostnya, langsung disetujui dan ngga sampe setengah jam, tempat baru terpesan. Baru bisa tidur.
——————

Pertama kali sampe di Boulevard Saint Germain, super happy. Liat cafe-cafe berjejeran, supermarket buat grocery, toko-toko kecil, apartemen cantik, bangunan-bangunan tua, ngga berenti senyum sendiri.

Sampe apartemen, bangunanya oke. Pintu masuknya berlapis. Tempat yang kita pesan di lantai enam. Satu kekurangan kecilnya adalah lift yang super kecil. Maksimal muat tiga orang dan cuma bisa berdiri lurus. Jadi, waktu bawa koper, saya dan Pak dokter ngga bareng. Karena ngga muat bawa koper gede sama orang. Biarpun kecil, tapi liftnya berfungsi dengan baik.

Masuk ke dalam kamar, semua terlihat rapi dan persis kaya di semua fotonya. Kalau menurut orang (sangat) kecil, menurut saya pas banget. Semua yang kita perlu ada disini. Terutama kita perlu ruang yang ngga banyak barang dan bikin kita beres-beres karena bayi yang suka geratak;)).

Di dalam kamar ini ada dua tempat tidur, satu double, satu single, dan yang okenya bukan sofa bed. Tapi tempat tidur beneran. Umumnya, sepanjang kita cari apartemen, kebanyakan pakenya sofa bed, bukan tempat tidur.

Ada lemari yang cukup besar, dapur kecil dengan dua gas listrik, pemanas air, coffee maker, tempat cuci piring, kulkas kecil dan peralatan masak lengkap. Meja makan lipat dan kursi tersedia juga. Kamar mandinya kecil dan bersih. WC, shower, wastafel, tentu semua dengan air panas.

Lampu tersedia hanya di tempat tertentu. Dua lampu neon di atas kompor listrik, dua lampu baca di masing-masing tempat tidur. Tidak ada lampu utama yang di tengah. Tapi, ternyata sangat menguntungkan. Jadi, kita hanya pake yang kita perlu. Karena ruangannya juga kecil, jadi ngga terlalu ngaruh ada lampu tengah atau ngga.

Laurent, orangnya yang mengurus apartemen ini, sangat oke (ganteng), respon cepat, dan sangat membantu. Kalo ada yang bilang Paris ngga ramah turis, Laurent orang pertama yang matahin itu. Kenapa pertama? Karena setelahnya saya ketemu berpuluh-puluh orang yang matahin pernyataan itu.

Secara keseluruhan, saya puas sekali tinggal disini. Cocok buat keluarga dengan satu anak kecil. Kalo dua anak, bisa juga mungkin, tapi ruang geraknya makin terbatas.

Jadi, kesimpulannya 42 Boulevard Saint Germain ini cocok buat yang ngga suka daerah terlalu turis (turis ada disini tapi ngga banyak), dekat beberapa stasiun metro, dilewatin banyak bis ke atraksi utama Paris, kalo malem tenang dan ngga berisik (sama orang mabuk, seperti waktu saya di Inggris), dan menyediakan semua yang dibutuhkan. Ngga lebih dan ngga kurang.

Kalo untuk foto, boleh liat di link paling atas. Karena kalo yang aktual, whoa, bikin ngga nafsu karena berantakan.
Semoga membantu (kalo ada yang membutuhkan).

Author:

Pas special, J'ai seulement besoin de beaucoup de privee

One thought on “Review : Air BnB 42 Boulevard Saint Germain, Paris

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s