Posted in Places, Travel

Kabur ke Kuala Lumpur

Tahun ini Alhamdulillah rejeki jalan-jalannya terbuka lebar. Kabar kalo Pak Dokter diminta untuk menjadi pembicara di forum anastesi nasional disusul disuruh ikut simposium di Kuala Lumpur dateng bulan lalu. Setelah ikut seminar di Surabaya bulan Mei lalu dan ngerasain enaknya nginep di Marriot 3 hari dan keliling kota Surabaya yang rapi dan bersih, rejekinya Langit buat liat Kuala Lumpur sekaligus pulang kampung buat saya setelah enam tahun.

Tiga hari di Kuala Lumpur, saya cukup terkesan perubahan-perubahan yang ada di kota ini sejak enam tahun lalu terakhir di sana. Pembangunan di KL Sentral sudah selesai dan terminalnya bahkan lebih bagus dari bandara di Indonesia dengan tenant-tenant yang menarik. Jadi, sekarang kalo mau naik Monorail dari KTM atau LRT ngga perlu lagi ngelewatin jalan raya. Semuanya terhubung dengan jembatan penghubung indoor. Nyaman buat geret-geret koper.

Saya kurang tau sejak kapan tapi sekarang Kuala Lumpur punya bis GRATIS GO KL buat warganya dan turis ke beberapa tempat atraksi di sekitar Kuala Lumpur. Bisnya ada empat line : hijau, biru, pink, ungu. Nyaman banget. Buat turis yang nginepnya biasanya sekitaran KL Sentral atau Bukit Bintang dan KLCC, bisa kemana-mana dengan bis ini. Saya sempat coba yang line hijau dan ungu. Satu ke Pasar Seni/Central Market dan satu lagi ke KLCC. Cukup jalan kaki 300m ke halte pemberhentiannya. Busnya pun cukup sering.

Sama seperti di Surabaya, karena pagi sampe sore saya hanya berdua Langit dan kita ngga bawa stroller, jadi jalan-jalannya hanya di sekitar pusat kota aja. Hari pertama setelah sampe dan cek in hotel, tujuan pertama langsung ke Medan Tuanku. Ini tempat saya singgahin pertama kali sama ibu saya waktu sekolah tujuh tahun lalu. Kebetulan di sini sekalian belanja buah dan keperluan sehari-hari dan oleh-oleh seperlunya. Sogo Medan Tuanku selalu jadi departemen store favorit saya. Buat makan malem, bayar kangen di Chicken Rice Shop.

Hari kedua setelah sarapan kita jalan kaki ke KLCC. Pak Dokter simpo di Convention Centrenya, saya dan Langit jalan-jalan sendiri dan tujuan kita adalah KLCC Park.

Saya iri sekali. KLCC Park bukan sekedar taman. Tapi kaya hutan kecil di tengah kota. Pohon rindang, arena playgroundnya bukan luas, tapi SUPER BESAR buat ukuran outdoor,mainannya banyak dengan alas karet di bawahnya, ada kolam renang kecil, sebenernya seperti tempat main air ya, jalan khusus buat yang mau jogging, kursi taman buat duduk, suara burung berkicau, dan matahari pagi. Langit main di sana 2 jam dan saya ngga keberatan nunggunya. Seneng banget.

Sebagian kecil dari mainan di KLCC Park
Bersih, rapi, asri
Jalan kaki karena ngga punya pilihan
Si Kembar

Sampai sempet bilang, tahun depan ada capres programnya bikin kaya gini di lokasi yang terjangkau, saya pilih. Ngga peduli siapa. Taman kota kaya gini cuma bisa ada kalo pemerintahnya mikirin rakyatnya bukan cuma soal uang. Tapi lagi, sepertinya mental orang Indonesia belum siap ya untuk punya taman sebagus ini. Ngga lama mungkin udah penuh sama orang jualan. Kecuali ada aparat tegas yang jaga seperti halnya di KLCC Park ini.

Hari kedua saya habiskan seharian bareng Siti dan keluarganya, mantan teman sekamar saya waktu kuliah. Langit juga bisa main sama Hawaa. Salah satu doa saya setiap kemanapun adalah semoga selalu dipertemukan sama orang yang baik. Siti salah satu jawaban atas doa saya. Bahkan lebih dari ekspektasi saya.

Hari ketiga kita udah punya jadwal mau ke Aquaria KLCC sorenya. Paginya saya dan Langit berenang dulu trus kita jalan pake bis GO KL ke KLCC janjian makan siang sama Pak Dokter dan main di air mancur depan Suria.

Dalam perjalanan salah satu bis GOKL seorang bapak India tua ngasih kita tempat duduk dan nyapa Langit, “you are a beautiful girl,”. Setelahnya dia berdiri sambil nyari sesuatu di buku yang dia bawa. Ternyata dia mau kasih buat Langit. Gambar di bawah ini dia gambar di masjid Jamek.

Di perjalanan bis GOKL dari KLCC ke hotel, ada seorang turis dari Jerman yang berdiri dekat Langit. Dia tiba-tiba ngeluarin sesuatu dari tasnya dan nunjukin ke Langit. Stiker gambar bintang yang dia suruh Langit pilih. Saya selalu percaya kalo manusia itu pada dasarnya baik. Setiap kami traveling, hampir selalu ketemu dengan orang-orang ngga dikenal yang menunjukkan kebaikan-kebailan kecil.

Mungkin ini kenapa traveling itu penting buat kami, untuk melihat banyak hal di luar tempurung sehari-hari supaya mata dan hati juga tidak terkungkung.

Hadiah kecil untuk Langit di bis
Elephant sticker from a stranger

Kami masuk ke Aquaria sekitar jam 17.30. Tiket sudah dibeli via travel apps favorit buatan anak bangsa lulusan Harvard. Buat saya yang belum pernah ke Sea World, Aquaria KLCC cukup oke. Sepadan dengan harga yang dibayar. Ngga terlalu besar tapi cukup menarik. Biota lautnya juga cukup lengkap buat saya.

Selesai dari Aquaria, karena masih agak terang, kita mampir lagi ke playgroundnya KLCC Park. Langit main disana sampai maghrib. Setelah adzan kita jalan kaki lagi buat makan malem di warung Thailand deket hotel yang rating zomatonya tinggi banget. Sampai di Thai Boat Noddle, bener aja penuh. Padahal ya kaya warung beneran. Kita dapet meja di luar. Kaya warung bakso aja. Ternyata rasanya emang sesuai dengan rating zomatonya. Langit juga makannya lahap banget.

Dari Thai Boat Noddle, saya jalan-jalan sendiri di Pavilion sementara dua temen jalan lainnya balik ke hotel.

Hari terakhir pagi-pagi sementara Pak Dokter masih ikut simpo, saya ajak Langit ke KL Sentral naik Monorail. Tujuan utamanya beli roti cane buat dibawa pulang. Keluarga saya semua penyuka roti cane dan karinya. Waktu kuliah saya pernah bawa pulang 20 porsi roti cane😀.

Alhamdulillah tiga hari di Kuala Lumpur lebih dari cukup buat saya. Kenapa judulnya kabur? Selain karena homofon sama lumpur, saya emang kabur sebentar dari lelahnya kerja dan berkutat sama urusan rumah ketika Mbak Wi kesayangan lagi cuti. Semoga cepet balik dan kehidupan normal bisa kembali berputar. Amin.

Tulisan lama tentang Kuala lumpur sebelumnya.

Author:

Pas special, J'ai seulement besoin de beaucoup de privee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s