Posted in Travel, Visa

Mengurus Visa Korea 2019 (dan Mengecek Progres Aplikasinya)

Satu lagi dari Mengurus Visa Series😁.

Setelah mengurus Visa Schengen di TLS Contact, Visa UK di VFSVisa Jepang di JVAC, tahun ini giliran visa Korea di Kedubes Korea.

Sementara tiga visa sebelumnya sudah melalui agen resmi yang ditunjuk, untuk visa Korea, sampai tulisan ini dibuat masih diurus melalui Kedubes Korea Selatan di Jalan Gatot Subroto. Persisnya sebelum RS Medistra.

Meskipun ngga sesimpel visa Jepang, visa Korea tingkat keribetannya masih bisa dikerjakan dengan hati senang. Jumlah aplikasi cukup 5 halaman dengan pertanyaan yang tidak merepotkan. Persyaratan juga cukup mudah dan standar, seperti :

1. Paspor yang masih berlaku minimal 8 bulan.

2. Fotokopi paspor halaman utama.

3. Fotokopi paspor yang berisi visa negara-negara OECD yang sudah pernah dikunjungi. Daftar negara OECD bisa dicari sendiri. Kasus saya,saya punya tiga visa negara OECD yang sudah pernah dikunjungi yaitu Prancis, Inggris, dan Jepang. Jadi halaman paspor yang terdapat visa Schengen, UK, dan Jepang saya lampirkan. Negara lain selain itu ngga perlu.

4. Formulir aplikasi yang bisa di download melalui situs overseas.mofa.go.kr. Karena saya baru pertama kali, jadi pilih form yang single entry.

5. Fotokopi kartu keluarga karena pergi sekeluarga.

6. Bukti keuangan. Seperti biasa, kami ngga melampirkan slip gaji. Hanya fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir dan SPT. Baru visa Korea ini yang spesifik minta SPT. Saya sempat baca gimana kalo ngga melampirlan SPT, ada yang nulis harus melampirkan surat keterangan tidak punya SPT. Malah jadi ribet.

Bukan ngga mau melampirkan, tapi yang tahun ini pada saat visa mau disubmit belum selesai. Kalo nunggu selesai agak mepet waktunya karena paspor Pak Dokter mau dipake. Jadi akhirnya melampirkan SPT tahun lalu.

7. Surat keterangan kerja dalam bahasa Inggris. Untuk ini kami melampirkan SIP dan surat tugas Pak Dokter yang sudah dilengkapi translasinya. Waktu di loket petugasnya bilang ini sebenarnya harus dilengkapi sama surat pernyataan dari direktur rs yang menyatakan bahwa X adalah benar karyawan RS Y bertujuan untuk mengajukan visa Korea dalam rangka … bersama ….. pada tanggal … sampai … . Seperti yang saya ajukan sebelumnya ke tempat saya kerja di visa Schengen dan UK.

Berhubung kali ini kita pengen lebih simple, jadi supaya ngga perlu minta surat ini itu (dan ketauan mau pergi) jadi hanya melampirkan dokumen tersebut. Kata petugasnya, “Sekarang saya kasih dispensasi ya, lain kali harus pake”. Beginner’s luck. Alhamdulillah. Kemungkinan lain, bisa jadi karena di paspor juga udah tercantum tiga visa negara OECD, jadi dianggap sudah pernah lolos visa yang lebih ketat.

Udah cuma itu aja. Saya lampirin bukti booking tiket dan hotel tapi semua dikembalikan. Jadi TIDAK PERLU booking tiket dan hotel dulu buat apply visa korea.

Oya, karena kami pergi bertiga, semua dokumen di atas dibuat tiga rangkap ya. Semua ada di aplikasi masing-masing paspor.

——————————————–

Untuk submit aplikasi visa Korea ini ngga perlu janjian tanggal tertentu kaya tiga visa sebelumnya. Bisa langsung dateng, TAPI, harus perhatikan jamnya. Untuk submit aplikasi hanya bisa di hari Senin-Jumat jam 09.30-11.30 dan untuk pengambilan di jam 13.30-16.00. Lewat dari itu ngga bisa.

Seperti biasa, ngga ada visa tanpa drama. Keputusan-keputusan kecil seperti pilih jalan yang mana bisa menyebabkan yang tadinya ngga telat jadi nyaris telat. Jam 11.15 masih menghadapi macetnya Gatsu karena milih ngga naik tol cuma karena liat antrian pas masuknya panjang. Ternyata setelahnya lancar. Akhirnya travel agen tunggal yang urus visa turun dari mobil dan naik ke jembatan penyebrangan jalan kaki sampe ke lokasi. Sampe di gerbang satpam jam 11.20. Udah ngos-ngosan. Oya, kalo bawa mobil, ngga bisa parkir di halaman kedubesnya ya. Kami parkirnya di RS Medistra.

Satpamnya masih nanya ke temennya ini jam berapa, karena udah mepet akhirnya disuruh masuk dulu ke dalem buat ambil nomor antrian. Setelahnya baru keluar lagi buat bayar.

Jadi, alur normalnya adalah ketika sampai ke kedubes Korea, yang pertama dilakukan adalah melakukan pembayaran ke KEB Bank Hana yang ada di depan gerbang untuk loket submisi aplikasi. Bayarnya harus cash ya.

HARGA TERBARU VISA KOREA SINGLE ENTRY 2019 : Rp 592.000.

Udah naik 30 ribuan dari sebelumnya.

Sampai di banknya tinggal bilang ke satpam mau bayar visa,dikasih nomer antrian yang waktu itu sama sekali ngga antri, dengan tellernya tinggal bilang bayar visa buat single entry/multiple tergantung visanya. Bayar tunai setelahnya dikasih stiker kecil kaya stamp supermarket yang buat dikumpulin dapet piring itu lho. Cuma besar sedikit. Karena apply buat tiga aplikasi, bayarnya dikali tiga dan dapetnya juga tiga stiker.

Selesai semua pembayaran kembali ke gerbang masuk dan ruang submisi. Tunggu sampai nomer antrian dipanggil. Kalo apply visa melalui agen, pengecekan berkasnya bisa sambil duduk depan petugasnya, di Kedubes Korea masih gaya lama yang kaya beli karcis kereta api. Sebenernya ngga masalah kalo dokumen sudah lengkap semua. Ngga akan lama. Tapi kalo ada yang kurang itu, satu nomer bisa jadi lama banget. Apalagi kalo dalam satu nomer antrian itu submit sampai beberapa aplikasi. Selesai dicek dan semua aman, dikasih lembar putih tanda terima buat pengambilan. Selesai deh.

Visa single entry selesai dalam 6 hari kerja sedangkan multiple entry 1 hari kerja. Sambil nunggu bisa cek progress aplikasi kita via Korean Visa portal di http://www.visa.go.kr.

Di portal ini, karena kita ngga ngerti Han-Geul, di pojok kanan atas bisa pilih ‘English’ lalu nanti di sebelah kiri ada tulisan ‘Check Application Status’.

Nanti akan keluar kolom-kolom.

Pilih yang passport number (bukan application number) : isi nomor paspor TANPA spasi.

English Name : isi dengan NAMA BELAKANG baru NAMA DEPAN.

Tempat tanggal lahir tinggal pilih di kalendarnya.

Klik search baru nanti keluar statusnya apakah masih ‘under review’ atau seperti punya kami di hari kerja ke lima statusnya berubah jadi ‘approved’.

Di lembar putih untuk pengambilan yang dikasih petugas setelah kita submit aplikasi, ada tanggal minimal pengambilan. Kita tidak bisa ambil sebelum tanggal tersebut meskipun di portalnya sudah tertulis ‘approved’. Jadi, perhatikan juga tanggal di lembar putih untuk pengambilannya kalo mau ambil paspornya. Ngga akan dilayani kalo kita ambil sebelum tanggal yang tercantum.

Pengambilan paspor hanya bisa dilakukan siang hari jam 14.00-16.00. Ada yang bilang dari jam 13.30, tapi di hari saya ambil loketnya bahkan baru buka jam 14.15. Lokasi pengambilan sama persis dengan submisi aplikasi.

Kalo pas apply pake nomer antrian, pengambilan sistemnya menaruh kertas putih bukti pengambilan di keranjang merah. Tinggal nunggu dipanggil secara manual. Pake suara manusia. Suka ngga kedengeran apalagi kalo rame dan berisik kaya pas saya ambil. Petugasnya pun jadi sering mengulang-ulang manggil. Kalo satpam di bank biasanya bantu manggil ulang kalo ada nomer yang dipanggil ngga dateng-dateng, satpam di kedutaan ini cuma duduk dan memantau keadaan. Mustinya sih, bisa lebih diberdayakan ya atau kalo ngga petugasnya dilengkapi dengan pengeras suara.

Tapi,selama visanya dikabulkan, ya sudahlah ya😁

Semoga membantu!

Author:

Pas special, J'ai seulement besoin de beaucoup de privee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s