Posted in Places, Review, Travel

Tiga Restoran Halal (yang dicoba) di Seoul

Dari beberapa kali pergi, nyusun itinerary itu buat saya paling enak berdasarkan tempat di mana kita akan makan, termasuk di Seoul. Dari lima hari, kita sempet makan di tiga restoran halal. Sebenernya rencananya empat, tapi yang terakhir pas kita kesana tutup. Padahal udah jalan jauh-jauh.

Di Seoul perlu diperhatikan juga bahwa masing2 restoran punya jam buka dan hari tutup yang berbeda. Ada yang tutup hari Senin, Selasa, Rabu atau Minggu. Ada yang baru buka jam 12, jam 11 atau bahkan jam 4 sore. Selain waktu, perlu diketahui juga, restoran korea itu ngga suka kalo kita pesen buat bareng-bareng, meskipun emang porsinya gede banget. Seperti kami, dimanapun harus pesen buat dua orang. Anak ngga dihitung tentu. Tapi ngga bisa tuh sekeluarga mesen satu doang dibagi rame-rame. Akibatnya, budget yang harus disiapin buat makan ini juga perlu diperhatikan. Karena di resto halal ini harga yang dipatok ya cukup mahal. Buat kita.

Oya, dari awal Paris sampe Seoul, kita hanya makan di luar untuk makan siang. Sarapan dan makan malem pasti di airbnb.

1. Halal Kitchen

Kalo mau ke Gyeongbokgung Palace, maka bisa sekalian ke Bukchon Hanok Village. Pas banget abis cape nanjak di Bukchon Hanok Village, bisa mampir makan siang di Halal Kitchen. Jalan di sepanjang Halal Kitchen ini suasananya enak banget. Samcheong-dong ni mirip di eropa. Banyak toko-toko, cafe dan restoran yang menarik.

Kalo berdasarkan baca-baca sebelumnya, di sini nyediain pilihan makanan khas korea kaya japchae, tteoboki, dsb. Tapi pas kita dateng, di Halal Kitchen cuma ada 2 pilihan makanan yang harganya persis sama. Bulgogi set sama samgetyang. Satu set bulgogi harganya 17.000 KRW, sedangkan samgetyang satu ekor ayam harganya 34.000 KRW.

Kenapa saya bilang sama?

Karena kalo samgetyang bisa pesen 1 porsi karena besar sedangkan kalo bulgogi set minimal 2 porsi. Jadi intinya sama aja. Di sini kita pesen bulgogi set 2 porsi. Itu besar sekali dan dimasak langsung di kompor portable di meja.

Karena kemana2 saya selalu bawa snack dalam tupperware, pasnya makan di resto gini, sisanya bisa dibawa di tempat roti langsung. Bisa buat makan malem atau sarapan. Porsi bulgoginya banyak banget. Alhamdulillah enak. (Iyalahh, mahal).

Satu porsi kalikan dua

2. Busan Jib

Restoran kedua ini letaknya di Myeongdong. Di salah satu lorong-lorong kecilnya. Yang ini terlihat lebih sederhana dan banyak pilihan mulai dari harga 8000 KRW. Tapi, yang sejenis nasi gorengnya. Berhubung udah jalan dan dateng jauh-jauh, kita selalu pilih yang bener aja. Di sini kita pilih samgetyang dan japchae.

Harganya agak aneh. Samgetyang ayam seekor dikasih harga 15.000KRW, japchae yang kaya bihun doang harganya 20.000KRW. Tetep dibeli sih, karena susah nyari japchae yang ngga sebelahan sama babi di sana. Jatohnya harga yang kita bayar sama kaya di Halal Kitchen, bahkan lebih mahal. Tapi ya sudah, yang penting berkah (dan kenyang trus bisa dibawa pulang).

Enak? Alhamdulillah enak.

3. Eid

Nah, ini salah satu yang paling populer kalo cari resto halal. Tempatnya di Itaewon. Itaewon ini pusat Islamnya di Seoul. Seoul central mosque ada di sini. Cari makanan halal di sini banyak sekali. Jadi bisa dijadiin salah satu alternatif daerah nginep. Kami ngga pilih di sini. Karena prioritas bukan gampangnya cari makan tapi fleksibilitas check in dan fasilitas.

Eid secara harga di bawah dua sebelummya, begitupun dengan rasa. Bulgoginya kalah sama Halal Kitchen. Tapi ayam yang kita pesen enak. Tersedia dalam set juga. Dapet miso soup dan side dish seperti biasa. Di sini kami bayar 23.000KRW buat semua. Masih ada sisa buat bawa pulang juga. Porsinya gede-gede buat perut kecil (saya).

Porsi nasi di ketiga tempat ini terlalu kecil buat Pak dokter tapi cukup buat saya. Selalu nambah satu porsi nasi lagi. Harga seporsi nasi juga beda-beda. Dari 1000-3000 KRW.

Hal lain yang kami perhatiin juga, di semua resto halal ini yang makan selalu orang Malaysia. Selalu ada. Di eid bahkan dari lima meja, empatnya semua orang Malaysia. Kalo di Jepang kaya ayam-ya masih banyak ketemu orang indo. Tapi di Seoul ini, hampir ngga pernah ketemu. Mungkin karena terlalu mahal? Hehe.

Di satu sisi, halal travel ini memang menjual ya. Pasarnya ada dan saya rasa akan selalu ada. Harga yang di atas rata-rata pun akan tetap bisa jualan. Jadi, tinggal rasa makanannya dan servis yang oke aja yang perlu terus dipertahankan.

Kami juga beli gimpab segitiga di sevel dan GS 25. Enak buat ganjel dengan ukuran yang pas. Biasanya pilih tuna mayo yang paling aman. Harganya antara 1000-1200 KRW.

Ternyata di Seoul kita lebih cocok sama makanannya dibanding orang-orangnya.

Author:

Pas special, J'ai seulement besoin de beaucoup de privee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s