Posted in Books, Places, Thoughts

Tempat Paling Favorit di London

Dua bulan di sini, temen ngga (belom?) punya, kenalan hampir ngga ada, rutinitas itu-itu aja, tapi tetep happy, karena tempat ini.

Seminggu bisa dua-tiga kali ke sini. Jalan kaki 5 menit dari sekolah Langit, 15 menit naik bis dari rumah. Ngga ada temen yang lebih menyenangkan dari buku-buku bagus. Dalam dua bulan, saya udah menghabiskan lebih dari jumlah total dari yang saya baca selama setahun terakhir.

Canada Water ini salah satu perpustakaan lokal di bawah Southwark Council. Setiap daerah punya perpustakaannya masing-masing. Koleksi bukunya lumayan lengkap. Setidaknya saya selalu punya bacaan yang mau saya baca. Selain itu, ngga ada batesan jumlah buku yang mau kita pinjem. Belum selesai baca? Tinggal perpanjang otomatis di mesin. Kecuali ada yang sudah booking di tanggal pengembalian kita. Itu harus dikembalikan dulu. Ada satu buku yang saya udah perpanjang lima kali karena saking sayangnya bacanya diirit-irit

Menyenangkannya lagi, di sini perpusnya bukan yang kaku ngga boleh berisik, bawa makanan dan minum. Di sini boleh bawa makan dan minum, bau harum kopi dan roti di cafe bawah bisa dinikmatin sambil baca buku. Kenapa baunya aja? Ya karena saya bawa bekal sendiri, hehe.

Di lantai satu ada area anak-anak yang mana hampir ngga pernah kosong, biarpun hari kerja. Hari Minggu bahkan lebih rame lagi. Kursi-kursi yang tersedia banyak dan mengakomodasi banyak kebutuhan. Ada yang dateng mau kerja pake komputer, ada yang perlu buat diskusi, ada yang perlu konsentrasi sendiri, ada meeting room kecil buat 10-15 orang, atau ada yang cuma mau duduk baca diselingin bengong sambil liat pemandangan danau di luar sambil berjemur (saya masuk bagian ini), semua ada dan nyaman.

Kegiatan untuk anak-anak pra-sekolahnya pun banyak. Mungkin kalo pindah ke sini waktu Langit belum sekolah, saya akan nongkrong di sini lebih sering lagi. Ada di satu hari, children arenya diubah kaya playground dengan banyak buku. Hari itu stroller-stroller lebih padet dari Tesco pas weekend. Bayi dan anak-anak kecil lari kesana kemari dan saya perhatiin orang dewasanya juga biasa aja. Bahkan ketika anak-anak itu ngelewatin quiet area.

Perpustakaan seperti ini berharga banget buat saya yang suka baca tapi banyak mikir buat beli, bisa karena harga atau penyimpanannya. Saya punya kindle, tapi baca buku fisik itu beda. Adanya perpustakaan seperti ini, semua kesenangan dapet. Baca buku fisik dapet, ngga musti keluarin uang, pilihannya super banyak, selesai baca ngga menuh-menuhin ruang di rumah, tinggal balikin, bisa ganti cari buku lain lagi.

Perpustakaan ini, dan saya rasa perpustkaan lokal daerah lainnya, bukan sekedar tempat baca dan pinjem buku, tapi sekaligus jadi pusat komunitas. Kegiatan lainnya seperti pemutaran film, teater skala kecil, story telling buat anak-anak, pesta piyama, kursus singkat bahasa Inggris, dan masih banyak lagi. Tempat yang pas sekali buat menghabiskan waktu tanpa menghabiskan uang. Semua gratis.

Perpustakaan yang mumpuni dan taman hijau dengan playground yang memadai, dua hal yang seharusnya wajib ada dan tersedia di sebuah area tinggal.

Dua fasilitas umum yang jadi indikator negara maju (buat saya), yang mana (mungkin), ngga akan pernah ada di Jakarta, (dan seluruh Indonesia).

Author:

Pas special, J'ai seulement besoin de beaucoup de privee