Posted in Thoughts

Tahun Baru, Lagu Lama

Hari pertama di tahun yang baru dibuka dengan berita banjir di Jakarta. Daerah rumah di Jakarta sudah sekitar 7 tahun ke belakang absen banjir. Dulu tiap siklus 5 tahun salah satu perumahan yang paling parah dan sering masuk tv. Udah pernah ngerasain di evakuasi pake perahu karet dari atap rumah di tahun 2007 kalo ngga salah.

Dapat kabar kalo kemarin perumahan kembali banjir, mobil sempat kemasukan air, dan beberapa rumah tetangga yang rendah, airnya sampai masuk ke rumah. Bahkan beberapa area yang dulunya bebas banjir kemarin jadi banjir, lebih buruknya ada korban jiwa.

Selain simpati, sedih, terus terang lebih banyak putus asa dan apatisnya.

Setelah mengira kita sudah maju cukup jauh, ternyata kembali ke titik yang sama. Salah satu hubungan tersulit adalah hubungan dengan negara dan kota tempat saya tinggal. Sulit sekali bisa bener-bener sayang. Saya percaya banyak orang baik, tapi kenyataannya orang-orang yang punya kesempatan, tanggung jawab lebih dan kekuatan signifikan untuk membangun, memperbaiki negara dan ibukota ini, pernah ngga sih benar-benar punya itikad itu?

Pernyataan kaya gini ngga perlu dipelintir jadi mulai aja dari diri sendiri, jangan semua mengharap pemerintah. Bukan itu poinnya. Sudah tugas pemerintah sebagai yang punya kuasa dan sumber daya untuk melakukan, membangun hal-hal yang sifatnya untuk kepentingan bersama. Tipikal sekali kalau negara/kota kita itu setiap ada bencana tindakannya selalu hanya kuratif. Tapi jaraaaaaanggg sekali yang preventif.

Waktu bencana terjadi semua sibuk turun tangan kasih bantuan. Buat yang swadaya dari masyarakat, perlu dikasih apresiasi. Tapi, yang dari pemerintah, kecuali yang berwenang sudah melakukan semua cara dengan kekuasaan dan kekuatan yang mereka punya untuk mencegah atau paling tidak meminimalisir kerugian yang ditimbulkan dari bencana, bantuan pada saat bencana itu omong kosong.

Setelah bencananya selesai, lupa lagi. Ngga pernah benar-benar dipikirkan harus apa sih supaya ngga terulang. Orang pinterya banyak tapi ngga ada yang benar-benar peduli. Ngga ngerti saya apa yang dipikirin. Sudah jelas ada siklusnya kapan curah hujan paling tinggi terjadi tiap tahun, sudah ada historinya kejadian di tahun 1997, 2002, 2007, Jakarta berubah jadi lautan. Kok bisa masih take it for granted juga? Gemes sampe pengen nangis saking frustasinya.

Pas bencana terjadi semua bantuan didatangkan. Tapi setelah bencana, keberlanjutan hidup harus dipikirkan sendiri lagi. Saya merasa kita ini punya negara auto pilot. Hampir semua harus diusahakan sendiri. Secara individu yang tangguh banyak, tapi secara karakter bangsa keseluruhan, jauh. Kebijakan yang berubah-ubah dalam segala hal, satu hal baik dari yang sebelumnya jarang sekali diteruskan dan lebih pilih jalankan yang baru atau malah ngga ada yang dikerjakan.

Sampai saya percaya, bahwa kemungkinan sampai seratus tahun ke depan, kita ngga akan pernah bisa maju.

Ini bukan hanya berlaku di soal banjir. Tapi di banyak hal seperti di pendidikan, kesehatan, dan fasilitas publik lain yang seharusnya sudah sewajarnya disediakan oleh negara untuk warganya. Tiga bulan di London, saya baca banyak sekali buku yang buat saya iri sekali dengan penulis-penulis yang cerita tentang keadaan negara yang ada di buku itu. Saya pengen sekali nulis dan bahas beberapa buku yang bikin saya iri ini. Nanti mungkin.

Saya inget pernah nulis ini waktu Indonesia ultah ke 73 kalo ngga salah,

Loving you is not easy.

Leaving you is not a choice.

Giving up on you would never be an option.

Happy birthday, Indonesia.

Please, grow up.

Mungkin ngga ya bisa terkabul, suatu saat entah kapan?

Author:

Pas special, J'ai seulement besoin de beaucoup de privee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s